Rabu, 06 Juni 2012

The Other Tale (part 5)

Buruk! Ini buruk!!
Siapa yang akan menyangka kalo orang menyeramkan itu akan kembali lagi untuk menagih bayarannya. Dan karena aku tidak mampu membayar dia menyuruhku untuk bekerja di rumahnya. Tapi ini memang salahku dan aku harus bertanggung jawab untuk kesalahanku itu. Huahh! Semasa hidupku di lautan aku adalah putri raja dan sekarang aku malah menjadi pembantu. Ini benar-benar berbeda dari yang kuharapkan, ayah aku mau pulaaangg!!


Di tempat ini aku benar-benar harus bekerja keras, membersihkan rumah, memasak dan mengurus kebun. Ini menyedihkan, aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya bahkan ketika tinggal bersama para kurcaci. Aku tidak punya waktu untuk mencari keluarga ibu tiriku lagi. Bagaimana ini ayah? Belum lagi orang yang menyeramkan itu ternyata aneh sekali, dia sangat pendiam nyaris tidak pernah berbicara kecuali untuk menyuruhku melakukan sesuatu. Dia juga lebih sering mengurung diri di kamarnya kalau tidak sedang pergi berdagang. Ah! Aku tidak tau itu bisa disebut berdagang atau tidak karena dia lebih mirip penipu kalau cara berdagangnya seperti waktu itu.

Tapi kenapa ya, walaupun dia sangat aneh dan menyeramkan aku tidak pernah merasa takut berada di dekatnya. Kadang-kadang aku malah berpikir dia cuma kesepian karena tidak punya teman. Ya, tapi mau bagaimana lagi, dia juga bersikap aneh seperti itu. Lagipula di rumah ini aku punya teman-teman baru, piring, gelas, cangkir, teko, tempat lilin dan banyak lagi. Aneh ya? Berteman dengan benda-benda seperti itu, tapi ya ternyata selain si pemilik rumah, seisi rumahnya juga aneh, bisa bergerak dan berbicara sendiri.

Sudah hampir satu bulan aku bekerja untuk orang menyeramkan itu, kurasa itu sudah cukup untuk membayar hutang apelku waktu itu. Sekarang aku mau keluar dari rumah ini dan berhenti menjadi pembantunya. Tapi bagaimana caranya? Sebaiknya aku kabur saja waktu dia sedang pergi berdagang, ah tapi itu tidak baik. Kalau aku permisi juga kemungkinan besar tidak akan diijinkan atau jangan-jangan aku malah dikurung. Wah! Tak ada jalan lain selain kabur diam-diam.

Daaann... aku berhasil! Sekarang aku sudah berada di tengah hutan lagi! Berjalan sendirian tanpa arah yang pasti, hanya mengikuti jalan setapak yang ada. Sekarang aku benar-benar harus berhati-hati terhadap orang-orang yang kutemui di perjalanan, jangan sampai aku tertipu atau terjebak lagi. Dunia daratan ini jauh lebih mengerikan daripada di lautan. Ayah, ibu tiriku itu ada dimana siiiihh?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar