AnJU's Daydreaming
My fingers can speak much better than my mouth can do..
Selasa, 18 Maret 2014
It's The Wedding
Selasa, 01 Oktober 2013
PRINCESS and THE FROG
Here is a different version of the 'Princess and The Frog" story.
Once upon a time, there was a super duper handsome prince lived in a far-far away kingdom. He was so very handsome that every single lady wanting him to be their husband. But, our prince had a bad temperament, also very arrogant. He was very picky about his wife to be. Then, the king held a contest for all the girls around the world. A contest to win the prince's heart and be his wife. All the girls can join the contest. The contest came to the end and they got an old witch as the winner. Not only the prince but the whole royal family dissatisfied about the winner. They canceled the marriage. As we all know, the old witch was very angry about it and then she cursed the prince into a girl. Yes, the prince now turned into a princess and the kingdom was so embarrased of this tragedy. The princess then sent to a small castle in the woods. Poor princess errr..poor prince. Only a kiss from a cursed person could help her suffer from the cursed.
At the same time, in far away from the kingdom, lived a young female scientist. She loved to research about everything. One day she made a mistake by operating a magic frog. Yes, she was cursed being a frog because of it, not an ordinary frog, but a hermaphrodite frog (don't ask me why it has to be hermaphrodite). Then the lady frog dumped in to the river. On the night our lady frog dumped to river, the big storm came and the floods swept through the country. The poor lady frog washed away and stranded in the small castle, where the princess lived.
The next morning the princess found the poor lady frog in her pond. The princess spontaneously jumped in to the pond and luckily caught the frog. She was so amazed knowing that the frog wasn't like the other frog she ever met. It was a hermaphrodite frog, and instantly she felt symphaty about the frog. They were alike, as the frog's hermaphrodite, then she was a man trapped in a female body. Soon the princess and the frog became good friends. The princess took her new friend where ever she went and helped the frog doing her experiment on creating a potion to cure their curse.
(Ok, I forgot to tell you that the lady frog could speak, and she had introduced herself as a scientist to the princess.)
One day, the princess put the wrong ingredients into the pot and made it exploded. Poor lady frog, she was hit by the explosion and dying. The princess was very panic and tried to help the frog by doing a CPR and... Taddaaa...!!! Suddenly the frog and the princess turned into their true form. Finally, the CPR help them cured their curse. Thanks to the stupid princess for doing a CPR to the frog.
FYI, later the prince lived happily ever after as the scientist's assisstant in that small castle.
Btw, don't you think that snow white was awoken by the CPR too? Or, because the prince told her that September had ended?
Senin, 17 Juni 2013
SUBSIDI BBM IN MY HUMBLE OPINION
Sabtu, 25 Mei 2013
Tragedi Tanda Tanya
Di suatu Senin pagi yang agak berbeda dari biasanya, aku bangun lebih siang padahal harus berangkat ngantor dari Bekasi. Dengan persiapan kurang dari setengah jam aku berangkat terburu-buru meskipun sebenarnya sia-sia karena jalanan sudah penuh. Setidaknya aku sudah berusaha untuk tidak terlambat. Jam setengah sembilan akan ada rapat dan aku yang jadi penanggung jawabnya. Sementara jam setengah tujuh pagi aku masih terjebak macet beberapa puluh kilometer dari kantorku.
Bersama dengan para penumpang dan pengguna jalan lainnya, aku berkali-kali memanjatkan doa agar tidak terlambat sampe di kantor. Sesekali aku mengumpat kesal pada pemotor dan supir bus lain yang berusaha mengahalangi jalan.
Jam setengah 7.30 tiba-tiba sebuah pesan masuk ke hapeku. Dari salah seorang teman sekantorku.
"Mba, pakbos sudah datang..?"
Bah! Dia bertanya padaku yg masih harap-harap cemas di tengah kemacetan. Dengan kesal aku segera menjawab.
"Mana saya tau. Saya masih terjebak macet ini di Kalibata"
Akhirnya 45 menit kemudian aku sampe di kantor dan langsung berlari menuju ruang rapat untuk menyiapkan ruangan. Tapi, olala... ruangan sudah disiapkan, Pakbos dan si mba yg tadi ngirim sms juga sudah bersiap di depan laptopnya. Pakbos menatapku dengan sadis.
"Kamu pikir ini jam berapa? Baru datang sekarang!!!"
"Maaf, pak. Terjebak macet"
"Kapan sih Jakarta gak macet?!"
Yeah, saya diamuk pakbos dan merasa terkhianati oleh si mba itu.
"Kok ga ngasih tau kalo bapak udah datang???" Cecarku pada si mba begitu rapat selesai.
"Lha... tadi kan sudah saya sms.."
"He?? Apaan? Tadi bukannya kamu nanya, pakbos udah datang ato belom?"
"Ih, bukanlah. Itu kan aku udah di kantor tadi, trus ngasih tau mba kalo pakbos udah sampe kantor"
"Kalo ngasih tau jangan pake tanda tanya doooongg!! Ah! Gimana sih..."
"Ya maap. Biasa jg gitu kok."
"Biasa di kampungmu!!" *sewot*
Selasa, 21 Mei 2013
Pejalan Kaki
Sepulang kerja tadi, aku hampir tertabrak mobil dua kali. Sama sekali bukan salahku karena aku sudah berjalan di pinggir sebelah kiri jalan (sayang, tidak ada trotoarnya) tapi justru aku yang dimarahi.
Pertama, di persimpangan, sebuah mobil pribadi yang tanpa membunyikan klakson tiba-tiba muncul dari kanan belakangku, hendak berbelok ke kiri. Kalau aku tidak menoleh mungkin aku sudah tertabrak karena mobil itu tidak melambat sama sekali. Aku terkejut dan langsung mundur. Si pengemudi di dalamnya membuka kaca dan menatapku dengan jengkel. Arogan sekali. Apa salahku?
Kedua, hanya beberapa langkah dari persimpangan itu sebuah taksi juga nyaris menabrakku, bahkan sempat menyerempet kantong belanjaanku. Taksi itu juga sama sekali tidak membunyikan klakson. Bahkan setelah itupun dia langsung berlalu begitu saja, tanpa meminta maaf.
Ya Tuhan, apakah para pengendara mobil itu berpikir aku punya kaca spion di tubuhku atau jangkauan penglihatan 360°? Apakah mereka berpikir mereka punya hak lebih dari pejalan kaki? Hanya karena mengendarai mobil lantas mereka bisa arogan, berkendara sesuka hati? Seingatku aturan menggunakan jalan adalah mendahulukan pejalan kaki.
Yah, apa boleh buat kalau pemerintah juga tidak memihak pada pejalan kaki. Bisa dilihat dari minimnya trotoar, jembatan penyeberangan, zebra cross, dll. Trotoar yang sudah ada pun dikuasai oleh pengendara motor. Bahkan mereka bertingkah lebih menyebalkan lagi ketika mereka memarahi pejalan kaki di trotoar yang tidak memberi jalan pada mereka atau menghalangi mereka.
Sebenarnya dari kecil ada satu pertanyaan yang membuatku kesal, kenapa pejalan kaki harus berjalan di sebelah kiri jalan sehingga kendaraan akan melintas dari arah belakang kita. Kita'kan tidak punya mata di belakang kepala untuk melihat kendaraan yang bergerak ke arah kita. Apakah aturan berjalan di sebelah kiri ini berlaku di semua negara? Bagaimana dengan negara yang punya aturan kendaraan berjalan di sebelah kanan jalan? Apakah aturannya memang pejalan kaki dan kendaraan berjalan searah? Kenapa begitu?
Jumat, 17 Mei 2013
Terinspirasi Percakapan Tadi Malam
A : anak ibu yg plg gede umur brapa? Udah nikah?
B : 27 tahun. Blom nikah dia. Ayo cariin dong, ada ga untuk dicalonin? Kristin brapa? Ah, tapi kamu mah udah punya pacar, ya?
I : sama, buk. Aku juga 27. Hehehehehe... ga buk.
B : masa???
I : iya, bu. Belum punya.
A : anak ibuk cewek/cowok, buk?
B : cewek..
A : udah kerja dong?
B : udah.
A : dulu kuliah dimana?
B : psikologi, univ. Esa Unggul.
I : wah! Saya juga buk, lulusan psikologi, S1. Bisa sama gitu, ya..?
A : wah, jangan2 kristin itu anak ibuk yang hilang?!!!
B : o__O anak siapa yang hilang????
I : -____-' Haisss!! Udah buk, abaikan aja dia...
Sabtu, 11 Mei 2013
Ada Apa antara Musik dan Persamaan Reaksi?
Sembilan tahun yang lalu, di pertengahan Mei seperti sekarang ini, aku mulai kegiatan bergadang rutinku setiap malam. Ngapain? Hohohoo... belajar untuk persiapan SPMB, bahasa berat ya padahal sih cuma ngerjain model soal, itupun yang dikerjain cuma soal2 tertentu yang kira2 bisa dijawab. Kalo ada yang bisa menemukan buku kumpulan model soalku, bisa keliatanlah kalo sebenarnya yang kukerjain itu cuma soal MM, Kimia dan B.Inggris. Selain itu cuma diliat-liat aja, dicolek-colek dikitlah. Hahahahah!!! Apalagi Fisika, ampe ga kliatan soal-soalnya karena ketutupan coret-coretan untuk ngerjain soal Kimia yang ada di sebelahnya.
Aku bukan manusia malam tapi waktu itu adekku yang paling kecil masih berumur 2 tahun dan lagi senang-senangnya sama alat tulis. Jadi kalo aku buka bukunya pagi-sore bukannya belajar malah bakal kejar-kejaran sama si nyong-nyong itu, rebutan buku dan pensil. Bukannya dia ga punya buku dan pensil sendiri tapi dia lebih tertarik sama apapun yang kupake. Mo gimana lagi, aku adalah role modelnya. Apa-apa dia selalu maunya "Kayak kakak!", "Kayak punya kakak". Oh, actually I love that time. Kalo sekarang sih, "nanti jadi sama kayak kakak, gak mau!", "Kakak jangan ikut-ikutan, ntar sama!".
Eh, jadi melantur kemana-mana. Jadi itu, aku bisa belajar dengan tenang mulai jam 11 malam - 5 pagi. Ya, itu, adekku si nyong-nyong yang kala itu masih 2 tahun baru tidur jam 11 malam. (Nah, nyong-nyong lagi, nyong-nyong lagi). Biasanya aku bergadang ditemani radio tape di ruang tamu (kalo di kamar aku ga bisa tahan sama godaan bantal dan guling). Kan, di atas jam 12 biasanya udah ga ada tuh suara2 penyiar radio yang cukup mengganggu itu (btw, kenapa suara penyiar itu mirip-mirip, ya? Bicaranya mendesah dan centil-centil ga jelas..), jadi yang ada cuma lagu-lagu yang diputar nonstop. Kalo tengah malam juga jarang ada lagu-lagu yang cadas semacam heavy metal, dll. Yah, kebanyakan adalah lagu-lagu yang berirama lembut dan easy listening. Mungkin karena terlalu fokus sama soal-soalku, aku jadi ga terlalu menyimak lirik-lirik lagu yang diputar tapi kebanyakan lagu bisa kuingat nadanya. Jadilah tiap kali aku mendengar lagu-lagu itu diputar, aku cuma bisa humming-humming aja. Tapi ga fals lho, yaa.. hoho..
Akhir-akhir ini eh bukan, setelah beberapa tahun kuliah barulah aku tau beberapa judul lagu yang sering kudengar itu... Beberapa yang paling kusuka dan tiap kudengar kapanpun, dimanapun, aku selalu teringat sama soal-soal turunan trigonometri dan persamaan reaksi asam-basa, adalah Yellow - Coldplay, Cruisin' - Gwyneth Paltrow and Huey Lewis, Perfect - Simple Plan dan The Best I Ever Had - Vertical Horizon.
Dan kenapa pagi-pagi aku mendadak menulis tentang ini adalah karena aku terbangun dengan lagu Cruisin' di earphone yang masih menempel di kupingku. Ya, pas terbangun tadi pun aku langsung terbayang persamaan reaksi : HCl + NaOH —> NaCl + H2O
Hehee... Happy Sunday, bloggers.