Meskipun pagiku diawali dengan suasana hati yang buruk, ternyata tidak berarti aku akan menghabiskan sepanjang hari dengan murung ato marah-marah. Semuanya dimulai dari penemuan sekotak lipton peppermint tea di sudut toko waralaba indomaret saat berbelanja tadi sore. Tanpa beripikir panjang aku langsung menyambarnya, sekilas aku sempat melihat label harganya, yah, mungkin mahal tapi tidak seberapa kalau dibandingkan dengan kenangan yang ada pada teh itu. Aku sudah tau apa yang akan kulakukan begitu aku sampai di kamarku, mendidihkan air dan menyeduh teh.
Tapi ternyata sampai di kamar ada hal lain yang menggodaku, laptop dan modem yang menganggur. Tentu saja teh terpaksa harus menunggu karena kebutuhan akan interaksi sosial lebih besar saat ini (kost-an masih sepi, blom ada yang pulang, masa aku ngomong sama tembok??!). Jadilah aku menyalakan laptop dan mengaktifkan perpesanan instan (Halah! sebut saja YM, red.).
Aku sempat tenggelam cukup lama dalam perbincangan dengan temanku Yussa di YM itu. Banyak topik yg kami bicarakan, seperti biasa, tak ada yg akan bisa menebak ujung pangkal pembicaraan kami. Tadi saja kami memulainya dengan topik betapa kami bisa sangat melankolis ketika mendengar lagu2 rohani.
Seperti terlihat pada kutipan berikut:
Yussa: aku kadang cengeng x
Yussa: dengar lagu gereja tertentu, suka terharu
Yussa: hehehe
Itin: wah sama
Itin: di gereja kalo lagi menyanyikan lagu tertentu mataku langsung berkaca2
Itin: ato pas lagi berdoa
Lalu topik tiba2 berlanjut ke masalah foto, program perpesanan instan (tapi bukan YM, red.), dan di tengah-tengah percakapan aku pamit sebentar karena teringat akan teh dan juga keinginan mendadak untuk makan spageti. Jadi begitulah aku mendidihkan air untuk keperluanku itu. Sambil menunggu air mendidih, percakapan kami berlanjut, tiba-tiba topiknya sudah lompat ke hal lain yang mengejutkan...
Itin : yus kau lagi dimanakah?
Yussa: disini
Yussa: aku malu
Yussa: aku baru diruangan kordinator
Yussa: fotoku masuk medan bisnis, malu x.
Itin: foto apaaaa?
Itin: kau pelaku perampokan yaa???
Ok, jadi ternyata temanku Yussa tersayang itu dalam sekejap tanpa sepengetahuannya, sudah diekspos oleh salah satu harian lokal kota kelahiranku. O-Ow! Aku? Haha... Belum pernah merasa sesemangat ini, aku sudah berencana akan menyebarkan juga beritanya ke teman-teman terdekat lain. Ini adalah sensasi dan fenomena!!! Tapi apa daya, si pemilik foto tidak bersedia fotonya disebarkan lagi. Menurutnya dia sudah cukup tertekan dengan kehebohan di kantornya akibat berita itu. Sayang sekalii... :'(
Itin: YUS
Itin: KAU MEMANG FENOMENALL
Itin: BWAHAHHAHAHAHA
Yussa: tin, stres aku nanti. cukuplah itu.
Itin: TUNGGU SAMPE ICHIN, GRACE, CHRISTINE, DAN JOHAN MEMBACA ARTIKELNYA
Yussa: janganlah
Itin: :))
Yussa: ya tuhan
Yussa: malu aku tin
Tapi... tunggu dulu!!! Foto itu, rasanya aku pernah lihat di suatu tempat, foto itu cukup familiar untukku. Hmm... sebentar, bajunya, roknya, gayanya.... Aaaahh!! Fotoku sesaat setelah sidang skripsi. Yeah, aku yakin aku pernah berfoto dengan gaya yang mirip. Aku langsung mencari-cari foto itu di album facebook (aku gak tega menyebutnya dengan buku wajah..) dan benar saja, foto itu memang ada. Hahaha!! Aku takjub... (sampai nyaris melupakan air yang sedang kudidihkan)
Setelah menyeduh teh dan merebus spageti didalam air mendidih yang tersisa di panci, aku segera mengedit menyimpan kedua foto itu dan mengeditnya. Rasanya aku sudah tidak sabar ingin memberitahu Yussa dan memperlihatkan foto itu padanya. Tapi ternyata dia sudah memindahkan YM nya ke ponsel, aku gak mungkin mengirimkan gambar editanku melalui YM. Jadi aku cuma memberi taunya saja.
Kalian bisa liat fotonya nih :
see?!! see??! see!!! They're similar, rite??
Huaahh... Masih terharu dan masih mau melanjutkan percakapan dengan Yussa, tapi berhubung YMnya aktif dari ponsel, butuh waktu agak lama. Jadi pembicaraan sering terhenti untuk jeda yang agak panjang.
Sejenak suasana mulai tenang, semangatku yang berkobar-kobar tadi mulai menguap. Sekarang aku fokus pada spagetiku yang, yeah, kau pasti menyadarinya, terlalu matang! Lalu aku juga menikmati teh peppermintku. Rasanya menenangkan, dan segera saja aku juga merindukan dua orang temanku yang lain, Passe dan JuDe (karena yang terakhir tak pernah rela disebut JuPe). Di tahun-tahun terakhir kuliah kami sering menghabiskan waktu bersama sambil menikmati teh peppermint di salah satu cafe eskrim di kota kelahiranku. Dan itu benar-benar menjadi saat-saat berharga karena setelah lulus kuliah, intensitas komunikasi kami berkurang. Lagipula aku suka teh peppermint di cafe itu dan sejak itu aku selalu mencari-carinya di supermarket ato swalayan yang kudatangi. Waktu menemukannya tadi aku benar-benar senang dan tak menduga kalo aku akan menemukannya di toko yang selalu kukunjungi minimal sekali dalam seminggu itu.
Lalu tanpa kusadari, ternyata cuaca di luar sudah berubah total, yang tadinya cerah tiba-tiba sudah mendung dan gerimis. Ok, honestly, my mood is swinging, sekarang perasaanku sudah berubah manjadi melankolis. Ohh.. this peppermint tea change my mood. But it's ok, since I have to take a rest, I need to soothe my spirit..
Oh!! Satu lagi, ternyata Yussa berbaik hati mengijinkanku membagikan link website yang menampilkan berita tentang dirinya itu. Hohohohooo...
Check this out!!! Hurry up!!!
I will never forget this day.. Fhiuuuh!!!