Segelas kopi, ya, segelas kopi dan sepotong roti, yang menjadi penyemangatku untuk memulai perjalanan hari ini. Kemana? Kemana pun, kemana pun hati, pikiran dan langkah kakiku akan membawaku pergi. Enam hari aku sudah menghabiskan waktuku hanya untuk duduk berkutat di depan komputer bersama tumpukan-tumpukan berkas yang harus kuproses, di dalam ruangan 8 x 4,5m persegi. Membaca, menganalisis, memasukkan data, mengompilasi, menganalisis kembali, lalu menyimpulkan, kemudian melaporkan. Berulang-ulang kulakukan selama enam hari ini.
Kertas-kertas dan halaman-halaman excel di komputer telah membuat mataku nyaris silindris. Udara di ruangan bermesin pendingin itu membuat kulitku kering, paru-paruku pun sering sesak bernapas di dalam situ. Telingaku berdenging-denging karena terlalu sering mendengar dengungan dari mesin cetakan atau dari CPU ku yang jauh lebih senior dari padaku di kantor itu. Jari-jari tanganku juga termasuk yang bernasib malang selama enam hari ini. Nyaris terus-menerus menari di atas keyboard, seandainya saraf-saraf otakku tidak berfungsi dengan baik dan jemariku selentur kawat tembaga mungkin mereka sudah saling membelit satu dengan lainnya. Aku yakin otakku tak kalah menyedihkannya karena tak henti-hentinya memikirkan hal yang sama, bahkan ketika aku tertidur.
Ahh!! Ternyata enam hari ini cukup melelahkan, menyedihkan dan membosankan. Baiklah, hari ini aku akan menghadiahi diriku. Selama enam hari kakiku bosan menunggu di bawah meja, dia pasti ingin melangkah, bergerak lincah di luar sana. Segera setelah gelas kopi dan piring rotiku kosong, aku akan mulai membuka hadiahku satu persatu.