Dia ada di sana, berjalan melawan arus ombak yang bergulung menuju pantai. Rambutnya yang panjang sepinggang melambai-lambai saat mulai tergenang di air laut. Dia terus saja berjalan semakin ke tengah laut, menjauh dari bibir pantai. Sementara air laut semakin tak tenang. Ombaknya semakin tinggi dan arusnya lebih kuat.
Aku tak mengenalnya tapi aku cukup waswas dengan tindakannya itu. Dari tempatku berdiri, aku hanya bisa mengawasinya. Sambil kepalaku mengira-ngira apa yang dapat kulakukan seandainya terjadi sesuatu padanya, aku mendengar seseorang memanggilku. Aku menoleh sebentar kepada temanku kemudian kembali menoleh ke arah orang tadi.
Dia sudah tidak di sana. Orang itu menghilang dan aku hanya bisa terpaku menatapi lautan yang semakin ganas. Ada sesuatu yang tidak menyenangkan merambati hatiku. Dihadapanku seseorang menghilang ditelan lautan. Tak lama temanku menarikku pulang ke penginapan. Aku hanya menyimpan semua yang kulihat tadi. Ketika semua temanku tertawa-tawa meninggalkan pantai, hatiku resah gelisah.
Malam harinya kami semua menikmati waktu di cafe. Pikiranku masih belum bisa lepas dari peristiwa di pantai tadi. Kalut, aku hampir saja menceritakan semua yang kulihat tadi kepada teman-temanku. Sebelum mulutku terbuka, ekor mataku menangkap bayangan orang yang sama seperti kulihat tadi. Aku tak percaya. Bagaimana dia bisa ada di tempat ini.
"Nahh!!! Ini guru yang akan mengajari kita berselancar besok!" Seru temanku sambil menarik orang itu ke arah kami.
Aku melongo, orang itu laki-laki ternyata dan seorang peselancar.
Minggu, 31 Maret 2013
Minggu, 24 Maret 2013
Rambutku duluu..
Rambutku duluuu tak beginiii...
Tapi kini tak jelas lagiii
Hadeeehhh..!
Sebelum membahas rambut, aku mau membahas masalah obat dulu. Waktu kecil, setiap kali habis minum obat (obat apapun itu), aku selalu disuruh tidur. Dan itu berlangsung selama masa kanak-kanakku. Pada akhirnya sampai sekarang aku jd ter'program' mengantuk setiap kali habis minum obat meskipun itu cuma vitamin, ya..
Sudah dua hari ini aku batuk pilek dan mengonsumsi obat batuk yg biasa kuminum setiap kali batuk pilek. Yak! Setiap kali habis minum obat, aku tidur *obat ini memang menyebabkan ngantuk, sih*. Yang jadi masalah adalah aku jadi kebanyakan tidur; 3x minum obat, ya 3x tidur. Kebiasaanku yg lain adalah kebanyakan tidur membuatku mimpi yang aneh2. Mungkin karena seharusnya pada jam2 itu otakku sedang bekerja, jd selama aku tidur, aku tidak berhenti berpikir.
Sore tadi, aku mimpi aneh yg aku udah lupa. Tapi bukan mimpinya yang mau kuceritakan melainkan kegiatanku setelah bangun itu. Begitu terbangun, yg terlintas di kepalaku adalah punya rambut poni itu sepertinya keren. Dan spontan aja, aku turun dari tempat tidur, membasahi poniku, mengambil gunting dan sisir lalu mulai mengatur poni yang akan kugunting. Kemudian "kresss!!" Poniku sudah tergunting sebagian dan otakku baru bekerja dengan baik dan benar!
"Oh noooo!!! Kenapa aku menggunting poniku??? Aaahhh!! Malah kependekan pulaa!!! TIDAAAAAKKK!!!!"
Tapi karena udah terpotong sebagian, terpaksa kulanjutkan supaya ga terlalu aneeh. Tetap saja hasilnya... hiks!! Ponikuuuu!! Ponikuuuuu!!! Aku jadi terlihat seperti chibi maruko chan dengan poni yang sekarang, bedanya rambutku ikal.
Gak banyak yang tau kalo aku sebenarnya bisa cukup spontan melakukan hal yang aneh2. Hanya orang2 tertentu yang kalo membaca tulisan ini langsung bisa memakluminya. Spontanitasku yang terakhir sebelum ini adalah, keluar kantor pada jam kerja untuk membeli kopi ukuran besar di mal terdekat dari kantorku. Tentu saja pada akhirnya aku sangat menyesalinya karena asam lambungku jadi melambung. Untuk poniku ini, mungkin aku akan menjepitnya sampai dia cukup panjang utk bisa diselipkan ke belakang telinga.
Kamis, 21 Maret 2013
Terpesona
Langit begitu mempesona, aku semakin menyesali keteledoranku sampe tidak membawa kamera ke tempat ini. Untuk merekam sebanyak mungkin pesonanya aku berjalan menuju villa sambil menengadah memandangi langit malam ini. Bintang semakin banyak yg tertangkap mataku dan pandanganku pun seolah terkunci di langit sana. Tanpa sadar kakiku berbelok ke arah yg salah dan aku menabrak seseorang. Orang itu tidak berkata apa2 selain tersenyum mengangguk saat aku meminta maaf.
Sekarang aku sudah tidak tau lagi jalan pulang menuju villaku. Kalo tadi mataku tersesat di langit, sekarang pikiranku tersesat di senyum orang yg kutabrak tadi. Pesonanya serupa langit malam ini. Indah dan misterius.
Selasa, 19 Maret 2013
Benar, saya seorang perempuan
Suatu hari, ketika sedang kerja bakti membersihkan gereja setelah acara Natal selesai aku ditugaskan menyapu ruangan. Karena tidak sabar menunggu lama sampe para anak lelaki selesai menyingkirkan kursi, aku ikut melakukannya. Tiba-tiba ada yang menghentikanku, "Ini pekerjaan laki-laki, kamu menyapu saja nanti.."
Itu adalah pertama kalinya aku diingatkan kembali kalau aku adalah perempuan. Dan aku terpana...
Kali berikutnya, waktu aku sudah terbiasa sendirian menyiapkan ruang rapat di kantor, tanpa sadar aku juga melakukannya di tempat lain, aku lupa ntah dimana. Waktu itu tanpa berpikir panjang aku benar-benar berniat mengerjakan semuanya sendirian, mengangkat kursi, menggeser meja, menyiapkan laptop dan proyektor... Lagi-lagi seseorang menghentikanku, "Biarkan, di sini masih ada laki2 yang bisa melakukannya, jangan bikin kami malu. Kamu cukup siapkan absen dan bagikan materi aja.."
Aku gak pernah lupa kalau aku perempuan tapi selama aku mampu, tidak salah kalau aku juga ikut membantu melakukan 'pekerjaan laki-laki'.
Langganan:
Postingan (Atom)