Minggu, 31 Maret 2013

Ditelan Laut

Dia ada di sana, berjalan melawan arus ombak yang bergulung menuju pantai. Rambutnya yang panjang sepinggang melambai-lambai saat mulai tergenang di air laut. Dia terus saja berjalan semakin ke tengah laut, menjauh dari bibir pantai. Sementara air laut semakin tak tenang. Ombaknya semakin tinggi dan arusnya lebih kuat. Aku tak mengenalnya tapi aku cukup waswas dengan tindakannya itu. Dari tempatku berdiri, aku hanya bisa mengawasinya. Sambil kepalaku mengira-ngira apa yang dapat kulakukan seandainya terjadi sesuatu padanya, aku mendengar seseorang memanggilku. Aku menoleh sebentar kepada temanku kemudian kembali menoleh ke arah orang tadi. Dia sudah tidak di sana. Orang itu menghilang dan aku hanya bisa terpaku menatapi lautan yang semakin ganas. Ada sesuatu yang tidak menyenangkan merambati hatiku. Dihadapanku seseorang menghilang ditelan lautan. Tak lama temanku menarikku pulang ke penginapan. Aku hanya menyimpan semua yang kulihat tadi. Ketika semua temanku tertawa-tawa meninggalkan pantai, hatiku resah gelisah. Malam harinya kami semua menikmati waktu di cafe. Pikiranku masih belum bisa lepas dari peristiwa di pantai tadi. Kalut, aku hampir saja menceritakan semua yang kulihat tadi kepada teman-temanku. Sebelum mulutku terbuka, ekor mataku menangkap bayangan orang yang sama seperti kulihat tadi. Aku tak percaya. Bagaimana dia bisa ada di tempat ini. "Nahh!!! Ini guru yang akan mengajari kita berselancar besok!" Seru temanku sambil menarik orang itu ke arah kami. Aku melongo, orang itu laki-laki ternyata dan seorang peselancar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar