Selasa, 01 Oktober 2013

PRINCESS and THE FROG



Here is a different version of the 'Princess and The Frog" story.




Once upon a time, there was a super duper handsome prince lived in a far-far away kingdom. He was so very handsome that every single lady wanting him to be their husband. But, our prince had a bad temperament, also very arrogant. He was very picky about his wife to be. Then, the king held a contest for all the girls around the world. A contest to win the prince's heart and be his wife. All the girls can join the contest. The contest came to the end and they got an old witch as the winner. Not only the prince but the whole royal family dissatisfied about the winner. They canceled the marriage. As we all know, the old witch was very angry about it and then she cursed the prince into a girl. Yes, the prince now turned into a princess and the kingdom was so embarrased of this tragedy. The princess then sent to a small castle in the woods. Poor princess errr..poor prince. Only a kiss from a cursed person could help her suffer from the cursed.

At the same time, in far away from the kingdom, lived a young female scientist. She loved to research about everything. One day she made a mistake by operating a magic frog. Yes, she was cursed being a frog because of it, not an ordinary frog, but a hermaphrodite frog (don't ask me why it has to be hermaphrodite). Then the lady frog dumped in to the river. On the night our lady frog dumped to river, the big storm came and the floods swept through the country. The poor lady frog washed away and stranded in the small castle, where the princess lived.

The next morning the princess found the poor lady frog in her pond. The princess spontaneously jumped in to the pond and luckily caught the frog. She was so amazed knowing that the frog wasn't like the other frog she ever met. It was a hermaphrodite frog, and instantly she felt symphaty about the frog. They were alike, as the frog's hermaphrodite, then she was a man trapped in a female body. Soon the princess and the frog became good friends. The princess took her new friend where ever she went and helped the frog doing her experiment on creating a potion to cure their curse.

(Ok, I forgot to tell you that the lady frog could speak, and she had introduced herself as a scientist to the princess.)

One day, the princess put the wrong ingredients into the pot and made it exploded. Poor lady frog, she was hit by the explosion and dying. The princess was very panic and tried to help the frog by doing a CPR and... Taddaaa...!!! Suddenly the frog and the princess turned into their true form. Finally, the CPR help them cured their curse. Thanks to the stupid princess for doing a CPR to the frog.



FYI, later the prince lived happily ever after as the scientist's assisstant in that small castle.





Btw, don't you think that snow white was awoken by the CPR too? Or, because the prince told her that September had ended?


Senin, 17 Juni 2013

SUBSIDI BBM IN MY HUMBLE OPINION

Subsidi BBM itu diperoleh dari penghematan anggaran pemerintah, sudah pasti anggaran yang dihemat itu adalah anggaran kegiatan/program karena sampai kapanpun pemerintah tidak akan menghemat anggaran belanja pegawai. Jadi bisa dibayangkan berapa banyak kegiatan/program pemerintah yang mungkin saja beberapa diantaranya adalah program brilian yang dapat meningkatkan perekonomian negara, yang batal dilaksanakan karena anggarannya tidak mencukupi. Semua demi menjaga harga BBM tidak naik. Astaga! Jengkol saja bisa naik harga, kawan, apalagi BBM yang jelas-jelas berasal dari minyak bumi yang merupakan SDA tak terperbaharui alias makin lama makin habis. Kalau harganya tak dinaikkan, orang-orang akan sesuka hatinya menghabiskan BBM. Omong kosong itu slogan penghematan energi. Manusia terutama di Indonesia tidak secerdas itu untuk menyadari pentingnya penghematan. Selama mereka punya uang mereka beranggapan dapat terus membeli apa yang mereka inginkan, apalagi dengan harga BBM yang 'semurah' itu (bandingkan dengan negara-negara lain, harga BBM di Indonesia termasuk sangat murah). Tahukah kalian, negara yang memberi subsidi harga BBM, kebanyakan adalah negara penghasil minyak yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negerinya. Indonesia? Ada yang tahu tahun berapa Indonesia keluar dari OPEC? Keluar dari OPEC berarti Indonesia meskipun penghasil minyak tapi tetap membutuhkan impor minyak dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Masih belum terima dengan kenaikan harga BBM? Oke, selain aku, siapa yang pernah berpikir bahwa subsidi harga BBM merupakan salah satu penyebab kemacetan di Indonesia? Sebenarnya dalam beberapa aspek, tingkat perekonomian di Indonesia lumayan baik, dilihat dari daya beli masyarakat yang meningkat. Jangan melihat jumlah tunawisma dan pengemis yang meningkat, mereka tidak perlu dihitung karena kebanyakan mereka adalah orang-orang bodoh yang mengharapkan perubahan instan dengan melakukan urbanisasi. Daya beli yang meningkat dapat dilihat dari banyaknya kendaraan bermotor yang berseliweran di jalan raya, bahkan di gang-gang sempit. Oke, mungkin mereka beli secara kredit tapi setidaknya mereka berani membeli kredit karena yakin bisa melunasi'kan? Jadi dengan daya beli seperti itu masih mengharapkan subsidi harga BBM? Malu kita sama orang-orang di pelosok sana, kawan! Mereka tak punya motor atau mobil tapi bersedia membayar minyak tanah Rp. 10.000 per liter tanpa demo bakar-bakar ban. Kalau sanggup beli kendaraan bermotor berarti usahakan juga dong, punya uang untuk biaya bahan bakarnya. Beli motor karena harga BBMnya disubsidi? Malulah!!! Dana subsidi BBM itu banyak yang membutuhkan, yang kalau dalam bentuk subsidi BBM mereka justru tak merasakan manfaatnya. Terima atau tidak, faktanya kita semua tahu kalau subsidi BBM itu tidak tepat sasaran. Sudahlah, sekarang kita pikirkan saja, dana subsidi BBM yang dipangkas pemerintah itu bagusnya dialihkan kemana? Menaikkan subsidi pendidikan dan kesehatan? Meningkatkan bantuan pinjaman dana untuk UKM? Memberikan subsidi perumahan murah? Pembangunan infrastruktur di pelosok? Apa saja.. yang penting program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjangkau secara langsung masyarakat yang benar-benar membutuhkannya. Nah, kalau pengalihan dananya salah, baru kita demo besar-besaran terhadap pemerintah. Jadi seperti itulah "my humble opinion" tentang subsidi BBM.

Sabtu, 25 Mei 2013

Tragedi Tanda Tanya

Di suatu Senin pagi yang agak berbeda dari biasanya, aku bangun lebih siang padahal harus berangkat ngantor dari Bekasi. Dengan persiapan kurang dari setengah jam aku berangkat terburu-buru meskipun sebenarnya sia-sia karena jalanan sudah penuh. Setidaknya aku sudah berusaha untuk tidak terlambat. Jam setengah sembilan akan ada rapat dan aku yang jadi penanggung jawabnya. Sementara jam setengah tujuh pagi aku masih terjebak macet beberapa puluh kilometer dari kantorku.
Bersama dengan para penumpang dan pengguna jalan lainnya, aku berkali-kali memanjatkan doa agar tidak terlambat sampe di kantor. Sesekali aku mengumpat kesal pada pemotor dan supir bus lain yang berusaha mengahalangi jalan.
Jam setengah 7.30 tiba-tiba sebuah pesan masuk ke hapeku. Dari salah seorang teman sekantorku.

"Mba, pakbos sudah datang..?"

Bah! Dia bertanya padaku yg masih harap-harap cemas di tengah kemacetan. Dengan kesal aku segera menjawab.

"Mana saya tau. Saya masih terjebak macet ini di Kalibata"

Akhirnya 45 menit kemudian aku sampe di kantor dan langsung berlari menuju ruang rapat untuk menyiapkan ruangan. Tapi, olala... ruangan sudah disiapkan, Pakbos dan si mba yg tadi ngirim sms juga sudah bersiap di depan laptopnya. Pakbos menatapku dengan sadis.
"Kamu pikir ini jam berapa? Baru datang sekarang!!!"

"Maaf, pak. Terjebak macet"

"Kapan sih Jakarta gak macet?!"

Yeah, saya diamuk pakbos dan merasa terkhianati oleh si mba itu.

"Kok ga ngasih tau kalo bapak udah datang???" Cecarku pada si mba begitu rapat selesai.

"Lha... tadi kan sudah saya sms.."

"He?? Apaan? Tadi bukannya kamu nanya, pakbos udah datang ato belom?"

"Ih, bukanlah. Itu kan aku udah di kantor tadi, trus ngasih tau mba kalo pakbos udah sampe kantor"

"Kalo ngasih tau jangan pake tanda tanya doooongg!! Ah! Gimana sih..."

"Ya maap. Biasa jg gitu kok."

"Biasa di kampungmu!!" *sewot*

Selasa, 21 Mei 2013

Pejalan Kaki

Sepulang kerja tadi, aku hampir tertabrak mobil dua kali. Sama sekali bukan salahku karena aku sudah berjalan di pinggir sebelah kiri jalan (sayang, tidak ada trotoarnya) tapi justru aku yang dimarahi.
Pertama, di persimpangan, sebuah mobil pribadi yang tanpa membunyikan klakson tiba-tiba muncul dari kanan belakangku, hendak berbelok ke kiri. Kalau aku tidak menoleh mungkin aku sudah tertabrak karena mobil itu tidak melambat sama sekali. Aku terkejut dan langsung mundur. Si pengemudi di dalamnya membuka kaca dan menatapku dengan jengkel. Arogan sekali. Apa salahku?
Kedua, hanya beberapa langkah dari persimpangan itu sebuah taksi juga nyaris menabrakku, bahkan sempat menyerempet kantong belanjaanku. Taksi itu juga sama sekali tidak membunyikan klakson. Bahkan setelah itupun dia langsung berlalu begitu saja, tanpa meminta maaf.
Ya Tuhan, apakah para pengendara mobil itu berpikir aku punya kaca spion di tubuhku atau jangkauan penglihatan 360°? Apakah mereka berpikir mereka punya hak lebih dari pejalan kaki? Hanya karena mengendarai mobil lantas mereka bisa arogan, berkendara sesuka hati? Seingatku aturan menggunakan jalan adalah mendahulukan pejalan kaki.
Yah, apa boleh buat kalau pemerintah juga tidak memihak pada pejalan kaki. Bisa dilihat dari minimnya trotoar, jembatan penyeberangan, zebra cross, dll. Trotoar yang sudah ada pun dikuasai oleh pengendara motor. Bahkan mereka bertingkah lebih menyebalkan lagi ketika mereka memarahi pejalan kaki di trotoar yang tidak memberi jalan pada mereka atau menghalangi mereka.
Sebenarnya dari kecil ada satu pertanyaan yang membuatku kesal, kenapa pejalan kaki harus berjalan di sebelah kiri jalan sehingga kendaraan akan melintas dari arah belakang kita. Kita'kan tidak punya mata di belakang kepala untuk melihat kendaraan yang bergerak ke arah kita. Apakah aturan berjalan di sebelah kiri ini berlaku di semua negara? Bagaimana dengan negara yang punya aturan kendaraan berjalan di sebelah kanan jalan? Apakah aturannya memang pejalan kaki dan kendaraan berjalan searah? Kenapa begitu?

Jumat, 17 Mei 2013

Terinspirasi Percakapan Tadi Malam

A : anak ibu yg plg gede umur brapa? Udah nikah?

B : 27 tahun. Blom nikah dia. Ayo cariin dong, ada ga untuk dicalonin? Kristin brapa? Ah, tapi kamu mah udah punya pacar, ya?

I : sama, buk. Aku juga 27. Hehehehehe... ga buk.

B : masa???

I : iya, bu. Belum punya.

A : anak ibuk cewek/cowok, buk?

B : cewek..

A : udah kerja dong?

B : udah.

A : dulu kuliah dimana?

B : psikologi, univ. Esa Unggul.

I : wah! Saya juga buk, lulusan psikologi, S1. Bisa sama gitu, ya..?

A : wah, jangan2 kristin itu anak ibuk yang hilang?!!!

B :  o__O anak siapa yang hilang????

I : -____-'  Haisss!! Udah buk, abaikan aja dia...

Sabtu, 11 Mei 2013

Ada Apa antara Musik dan Persamaan Reaksi?

Sembilan tahun yang lalu, di pertengahan Mei seperti sekarang ini, aku mulai kegiatan bergadang rutinku setiap malam. Ngapain? Hohohoo... belajar untuk persiapan SPMB, bahasa berat ya padahal sih cuma ngerjain model soal, itupun yang dikerjain cuma soal2 tertentu yang kira2 bisa dijawab. Kalo ada yang bisa menemukan buku kumpulan model soalku, bisa keliatanlah kalo sebenarnya yang kukerjain itu cuma soal MM, Kimia dan B.Inggris. Selain itu cuma diliat-liat aja, dicolek-colek dikitlah. Hahahahah!!! Apalagi Fisika, ampe ga kliatan soal-soalnya karena ketutupan coret-coretan untuk ngerjain soal Kimia yang ada di sebelahnya.

Aku bukan manusia malam tapi waktu itu adekku yang paling kecil masih berumur 2 tahun dan lagi senang-senangnya sama alat tulis. Jadi kalo aku buka bukunya pagi-sore bukannya belajar malah bakal kejar-kejaran sama si nyong-nyong itu, rebutan buku dan pensil. Bukannya dia ga punya buku dan pensil sendiri tapi dia lebih tertarik sama apapun yang kupake. Mo gimana lagi, aku adalah role modelnya. Apa-apa dia selalu maunya "Kayak kakak!", "Kayak punya kakak". Oh, actually I love that  time. Kalo sekarang sih, "nanti jadi sama kayak kakak, gak mau!", "Kakak jangan ikut-ikutan, ntar sama!".

Eh, jadi melantur kemana-mana. Jadi itu, aku bisa belajar dengan tenang mulai jam 11 malam - 5 pagi. Ya, itu, adekku si nyong-nyong yang kala itu masih 2 tahun baru tidur jam 11 malam. (Nah, nyong-nyong lagi, nyong-nyong lagi). Biasanya aku bergadang ditemani radio tape di ruang tamu (kalo di kamar aku ga bisa tahan sama godaan bantal dan guling). Kan, di atas jam 12 biasanya udah ga ada tuh suara2 penyiar radio yang cukup mengganggu itu (btw, kenapa suara penyiar itu mirip-mirip, ya? Bicaranya mendesah dan centil-centil ga jelas..), jadi yang ada cuma lagu-lagu yang diputar nonstop. Kalo tengah malam juga jarang ada lagu-lagu yang cadas semacam heavy metal, dll. Yah, kebanyakan adalah lagu-lagu yang berirama lembut dan easy listening. Mungkin karena terlalu fokus sama soal-soalku, aku jadi ga terlalu menyimak lirik-lirik lagu yang diputar tapi kebanyakan lagu bisa kuingat nadanya. Jadilah tiap kali aku mendengar lagu-lagu itu diputar, aku cuma bisa humming-humming aja. Tapi ga fals lho, yaa.. hoho..

Akhir-akhir ini eh bukan, setelah beberapa tahun kuliah barulah aku tau beberapa judul lagu yang sering kudengar itu... Beberapa yang paling kusuka dan tiap kudengar kapanpun, dimanapun, aku selalu teringat sama soal-soal turunan trigonometri dan persamaan reaksi asam-basa, adalah Yellow - Coldplay, Cruisin' - Gwyneth Paltrow and Huey Lewis, Perfect - Simple Plan dan The Best I Ever Had - Vertical Horizon.

Dan kenapa pagi-pagi aku mendadak menulis tentang ini adalah karena aku terbangun dengan lagu Cruisin' di earphone yang masih menempel di kupingku. Ya, pas terbangun tadi pun aku langsung terbayang persamaan reaksi : HCl + NaOH —> NaCl + H2O

Hehee... Happy Sunday, bloggers.

SuLung

Menjadi anak tertua itu berat, ya, tanggung jawab moralnya besar. Dalam segala hal harus bisa memberi contoh yang baik, menjadi pendukung dalam setiap kondisi, jadi penengah, jadi penentu, jadi tameng, jadi kambing hitam. Yah, gak heran banyak anak sulung yang muncul menjadi pemimpin. Meski bukan berarti semua anak sulung akan menjadi pemimpin. 
Sebagai anak sulung, sepertinya aku menetapkan standar yang cukup tinggi sehingga aku sering merasa gagal saat adek-adekku tidak bisa menjadi seperti yang aku harapkan. Aku sering mempertanyakan apakah contoh yang kutunjukkan salah? Apakah aku kurang memperhatikan adek-adekku? Apa yang harus kulakukan? Apa yang belum kuberikan? Apa aku harus mendikte mereka? 
Apakah aku salah waktu mendukung keputusan mereka? Aku selalu menyalahkan diri saat mereka gagal. Waktu masih kecil aku sering marah setiap kali harus mengalah pada adek-adekku, "kalo mengalah terus, aku kapan menangnya?". Aku kesal setiap kali diingatkan peran dan tanggung jawabku sebagai si sulung. 
Tapi semakin bertambah usia, tanggung jawab sebagai anak sulung itu semakin mendarah daging. Bukan hanya di tengah keluarga, di antara teman-teman pun aku sering mengambil peran sebagai anak sulung, tanpa sadar memperlakukan teman-teman sebaya sebagai adek. Sampai di tempat kerja pun aku sering berperan sebagai anak sulung. Padahal sudah jelas aku yang paling muda di subbagianku. 
Kapan ya aku berhenti dari peran anak sulung ini?

Jumat, 10 Mei 2013

My Little Sister


You know my little sister? Yes, my youngest sister, Corin. I think she's a great little comedian or just a little rascal? You may decide it your self after read our story below:
It's one week before her final exam and I thought I had to remind her that she would have final test in the next day. I'm serious that it was neccesary because she's so forgetful and never pay attention to any announcement given by her teacher. She's so careless!! I'm sure it may happen that she would come to school without notice that they'll have final test that day. Gee, that brat!
So, here's some of our conversation on the phone:
Me: Woi! Besok kalian UN kan?
Corin: nggak!! Minggu depannya UN!!
Me: ha??? Serius? Nanti salah lagi, kau datang ke sekolah santai-santai sementara temanmu semua udah dengan peralatan perang (ujian)..
Corin: ya, ampun! Kakak ini ga percaya kali!!!
Me: iya, mengingat dulu kau sering datang ke sekolah padahal libur! Huh! Dasar kau ga pernah dengarin pengumuman.
Corin: issh! Itu kan dulu..
Me: jadi betul UN nya minggu depan?
Mom voice: iya-iya. Kmrn udah kutanya sama kepala sekolahnya.
Me: oh, ya udah. Tp Corin udah belajar kan?
Corin: udah. Tapi kmrn pas try out, masa ada bbrp pertanyaan yg belom kami pelajari..
Me: hoo... biasa itu, krn yg bikin soal kan dari pusat jd sesuai kurikulum SD yg ditetapkan kementerian, mungkin aja ada beberapa yg ga kalian pelajari di sekolah.
Corin: jd gimana kalo aku gak bisa jawab?
Me: pokoknya kerjakan aja dulu yang bisa kau jawab. Yang ga tau dikerjain belakangan, tebak aja jawabannya. Pokoknya jangan ada yg kosong.
Corin: tapi kata ibuk ga usah dikerjain.
Me: emang ada pengurangan nilai kalo jawabannya salah?
Corin: enggak ada.
Me: ya udah, isi aja semua. Siapa tau tebakanmu benar, mengandalkan keberuntungan.
Kecuali kalo kayak di SPMB, kan ada pengurangan 1 kalo jawaban salah. Kalo di UN kan ga ada pengurangan.
Corin: oh, jd kalo SPMB itu ada pengurangannya ya? Berarti kalo ga tau jawabannya jgn dikerjain dong.
Me: iya betul!
Corin: terus, nanti itu kami UN ato SPMB?
Me: *chewing my cellphone*
Another call a day before the final test:
Me: besok UN kan? Persiapannya udah?
Corin: pensil, papan ujian, penghapus, kartu ujian, seragam, rautan, pulpen, semuanya udah! Apalagi?
Me: udah belajar?
Corin: udah.
Me: besok ujian apa?
Corin: gak tau...
Me: haiyaahh!!! Jadi belajar apa tadi? Masa ga tau besok ujian apa? Masa ga ada jadwal ujiannya? Ngapain aja sih di sekolah?!!
Corin: ga ada dikasih tau ibuk.
Me: ga mungkin!!! Pasti ga dengarin pengumuman lagi. Aarrrgh!! Trus gimana persiapan belajarmu? Haduuuhh...
Corin: tenang ajalah.. udah kupelajari semuanya.. tapi ada satu yg aku ga tau.
Me: apa itu?
Corin: soal2 lingkaran, misalnya soalnya... bla.. bla... bla..
Me: oh, itu gini cara ngerjainnya... bla.. bla.. bla.. (discussing math on the phone)
Corin: oiya.. iya.. udah ngerti.
Me: baguslah, sekarang tidurlah, biar ga telat bangun..
Corin: iya, udah dulu yaa... daaaah...
The next day, I saw my nephew who was having a same final test with Corin writing a status in her fb:
"UN B.Indo nya bikin sakit kepala. Mamaaaa....."
Ha?! So they have Indonesian test that day not math.
Hope everything's going good with Corin.

Rabu, 10 April 2013

SKJ88 MUSIC - THE MOOD BOOSTER

This morning I wake up with a messy hair and a broken mood. Seems like I had a bad dream last night. But I don't want this day end up with me in a very bad mood. I have to collect some energy and spirit. You know what I'm doing then? Hahahahahah!!! Right!! I listen to the SKJ 88 music (what's the right term of this song?) And it's amazingly making up my mood. Yeah... with some move, trying to remember the gym. Of course I fail to recall all the move, but I can always recall the memory and the same mood everytime I hear the whistle in the beginning of the music. Now, I'm ready to start this day. Happy 'midweek' friends.. (By the way, sorry for the messy grammar and vocabularies)

Minggu, 07 April 2013

Wish you're still here..

Sudah sebelas tahun berlalu, tapi aku masih merasa kau ada di dekatku, mendengarmu berbicara. Kenangan tentangmu masih begitu jelas. Kadang aku masih berpikir kau akan pulang dan bertanya tentang hari2 yang terlewat tanpa dirimu. Mungkin jauh dalam diriku masih tidak mau percaya kalo kau sudah tidak ada lagi. Kadang aku mencoba memanggil atau mencoba menelepon ke rumah yang dulu, benar- benar berharap kau akan menjawab. Hari itu, waktu kau pergi untuk selamanya, aku hanya diam, bahkan air mata yg mengalirpun bukan karena menangisimu. Kalau waktu aku berteriak histeris memanggilmu, apa kau akan mendengar? Atau mungkin kau akan menunda kepergianmu? Tapi kurasa kalau waktu itu aku menangis kuat-kuat, memanggilmu sampai aku menyerah karena kau tidak menjawab, mungkin sekarang aku percaya bahwa kau memang tidak akan kembali lagi. Mungkin aku tidak akan menangis diam2, mencari-cari keberadaanmu. Kalau saja waktu itu aku menangis sampai puas, mungkin sekarang aku tidak akan secengeng ini...

Rabu, 03 April 2013

Dari Ujung Pelangi (Tulisan Singkat, Padat dan 'Ngaco')

Dari ujung pelangi, katanya, dia akan datang. Membawaku pergi mendapati mimpi-mimpiku yang sudah mendahuluiku mengunjungi masa depan. Berkendara kuda putih, dia akan mengantarkanku menjelajahi segala tempat yang sudah disinggahi mimpi-mimpiku. Berbekal segenggam harapan, dia meyakinkanku untuk menjemput kembali mimpi-mimpi itu.

Minggu, 31 Maret 2013

Ditelan Laut

Dia ada di sana, berjalan melawan arus ombak yang bergulung menuju pantai. Rambutnya yang panjang sepinggang melambai-lambai saat mulai tergenang di air laut. Dia terus saja berjalan semakin ke tengah laut, menjauh dari bibir pantai. Sementara air laut semakin tak tenang. Ombaknya semakin tinggi dan arusnya lebih kuat. Aku tak mengenalnya tapi aku cukup waswas dengan tindakannya itu. Dari tempatku berdiri, aku hanya bisa mengawasinya. Sambil kepalaku mengira-ngira apa yang dapat kulakukan seandainya terjadi sesuatu padanya, aku mendengar seseorang memanggilku. Aku menoleh sebentar kepada temanku kemudian kembali menoleh ke arah orang tadi. Dia sudah tidak di sana. Orang itu menghilang dan aku hanya bisa terpaku menatapi lautan yang semakin ganas. Ada sesuatu yang tidak menyenangkan merambati hatiku. Dihadapanku seseorang menghilang ditelan lautan. Tak lama temanku menarikku pulang ke penginapan. Aku hanya menyimpan semua yang kulihat tadi. Ketika semua temanku tertawa-tawa meninggalkan pantai, hatiku resah gelisah. Malam harinya kami semua menikmati waktu di cafe. Pikiranku masih belum bisa lepas dari peristiwa di pantai tadi. Kalut, aku hampir saja menceritakan semua yang kulihat tadi kepada teman-temanku. Sebelum mulutku terbuka, ekor mataku menangkap bayangan orang yang sama seperti kulihat tadi. Aku tak percaya. Bagaimana dia bisa ada di tempat ini. "Nahh!!! Ini guru yang akan mengajari kita berselancar besok!" Seru temanku sambil menarik orang itu ke arah kami. Aku melongo, orang itu laki-laki ternyata dan seorang peselancar.

Minggu, 24 Maret 2013

Rambutku duluu..

Rambutku duluuu tak beginiii... Tapi kini tak jelas lagiii Hadeeehhh..! Sebelum membahas rambut, aku mau membahas masalah obat dulu. Waktu kecil, setiap kali habis minum obat (obat apapun itu), aku selalu disuruh tidur. Dan itu berlangsung selama masa kanak-kanakku. Pada akhirnya sampai sekarang aku jd ter'program' mengantuk setiap kali habis minum obat meskipun itu cuma vitamin, ya.. 

Sudah dua hari ini aku batuk pilek dan mengonsumsi obat batuk yg biasa kuminum setiap kali batuk pilek. Yak! Setiap kali habis minum obat, aku tidur *obat ini memang menyebabkan ngantuk, sih*. Yang jadi masalah adalah aku jadi kebanyakan tidur; 3x minum obat, ya 3x tidur. Kebiasaanku yg lain adalah kebanyakan tidur membuatku mimpi yang aneh2. Mungkin karena seharusnya pada jam2 itu otakku sedang bekerja, jd selama aku tidur, aku tidak berhenti berpikir. 

Sore tadi, aku mimpi aneh yg aku udah lupa. Tapi bukan mimpinya yang mau kuceritakan melainkan kegiatanku setelah bangun itu. Begitu terbangun, yg terlintas di kepalaku adalah punya rambut poni itu sepertinya keren. Dan spontan aja, aku turun dari tempat tidur, membasahi poniku, mengambil gunting dan sisir lalu mulai mengatur poni yang akan kugunting. Kemudian "kresss!!" Poniku sudah tergunting sebagian dan otakku baru bekerja dengan baik dan benar! 

"Oh noooo!!! Kenapa aku menggunting poniku??? Aaahhh!! Malah kependekan pulaa!!! TIDAAAAAKKK!!!!" Tapi karena udah terpotong sebagian, terpaksa kulanjutkan supaya ga terlalu aneeh. Tetap saja hasilnya... hiks!! Ponikuuuu!! Ponikuuuuu!!! Aku jadi terlihat seperti chibi maruko chan dengan poni yang sekarang, bedanya rambutku ikal. 

Gak banyak yang tau kalo aku sebenarnya bisa cukup spontan melakukan hal yang aneh2. Hanya orang2 tertentu yang kalo membaca tulisan ini langsung bisa memakluminya. Spontanitasku yang terakhir sebelum ini adalah, keluar kantor pada jam kerja untuk membeli kopi ukuran besar di mal terdekat dari kantorku. Tentu saja pada akhirnya aku sangat menyesalinya karena asam lambungku jadi melambung. Untuk poniku ini, mungkin aku akan menjepitnya sampai dia cukup panjang utk bisa diselipkan ke belakang telinga.

Kamis, 21 Maret 2013

Terpesona

Langit begitu mempesona, aku semakin menyesali keteledoranku sampe tidak membawa kamera ke tempat ini. Untuk merekam sebanyak mungkin pesonanya aku berjalan menuju villa sambil menengadah memandangi langit malam ini. Bintang semakin banyak yg tertangkap mataku dan pandanganku pun seolah terkunci di langit sana. Tanpa sadar kakiku berbelok ke arah yg salah dan aku menabrak seseorang. Orang itu tidak berkata apa2 selain tersenyum mengangguk saat aku meminta maaf. Sekarang aku sudah tidak tau lagi jalan pulang menuju villaku. Kalo tadi mataku tersesat di langit, sekarang pikiranku tersesat di senyum orang yg kutabrak tadi. Pesonanya serupa langit malam ini. Indah dan misterius.

Selasa, 19 Maret 2013

Benar, saya seorang perempuan

Suatu hari, ketika sedang kerja bakti membersihkan gereja setelah acara Natal selesai aku ditugaskan menyapu ruangan. Karena tidak sabar menunggu lama sampe para anak lelaki selesai menyingkirkan kursi, aku ikut melakukannya. Tiba-tiba ada yang menghentikanku, "Ini pekerjaan laki-laki, kamu menyapu saja nanti.." Itu adalah pertama kalinya aku diingatkan kembali kalau aku adalah perempuan. Dan aku terpana... Kali berikutnya, waktu aku sudah terbiasa sendirian menyiapkan ruang rapat di kantor, tanpa sadar aku juga melakukannya di tempat lain, aku lupa ntah dimana. Waktu itu tanpa berpikir panjang aku benar-benar berniat mengerjakan semuanya sendirian, mengangkat kursi, menggeser meja, menyiapkan laptop dan proyektor... Lagi-lagi seseorang menghentikanku, "Biarkan, di sini masih ada laki2 yang bisa melakukannya, jangan bikin kami malu. Kamu cukup siapkan absen dan bagikan materi aja.." Aku gak pernah lupa kalau aku perempuan tapi selama aku mampu, tidak salah kalau aku juga ikut membantu melakukan 'pekerjaan laki-laki'.

Senin, 14 Januari 2013

Hujan


Waktu itu hujan deras dan listrik di sekolah sengaja dipadamkan karena kilat yang sambar menyambar nyaris menjilat tanah. Kegiatan belajar mengajar juga dihentikan sementara pagi itu.
Karena ruangan kelas gelap anak2 memilih berada di luar, termasuk kau dan aku. Sementara yang lain bermain, kita berdua lebih suka berdiam memandangi hujan.Tiba2 kilat menyambar rumpun bambu yg ada di tengah taman sekolah, suaranya begitu kuat hingga aku refleks menutup telingaku. Tapi kau malah menarik kedua tanganku dan berkata "Kata mamaku kalo ada suara petir jgn tutup telinga nanti kepalamu yang sakit dan pecah klo suara petirnya terlalu kuat.." 

Sekarang mungkin kata2 itu terdengar bodoh sekali. Tapi sejak itu aku tidak takut lagi mendengar suara gemuruh kilat, malah aku mulai bisa menikmati dan mengagumi kilat yg saling menyambar di langit. Tentu saja sambil berharap tidak menyambar sampai ke tanah.