Senin, 14 Januari 2013

Hujan


Waktu itu hujan deras dan listrik di sekolah sengaja dipadamkan karena kilat yang sambar menyambar nyaris menjilat tanah. Kegiatan belajar mengajar juga dihentikan sementara pagi itu.
Karena ruangan kelas gelap anak2 memilih berada di luar, termasuk kau dan aku. Sementara yang lain bermain, kita berdua lebih suka berdiam memandangi hujan.Tiba2 kilat menyambar rumpun bambu yg ada di tengah taman sekolah, suaranya begitu kuat hingga aku refleks menutup telingaku. Tapi kau malah menarik kedua tanganku dan berkata "Kata mamaku kalo ada suara petir jgn tutup telinga nanti kepalamu yang sakit dan pecah klo suara petirnya terlalu kuat.." 

Sekarang mungkin kata2 itu terdengar bodoh sekali. Tapi sejak itu aku tidak takut lagi mendengar suara gemuruh kilat, malah aku mulai bisa menikmati dan mengagumi kilat yg saling menyambar di langit. Tentu saja sambil berharap tidak menyambar sampai ke tanah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar