Jumat, 25 Mei 2012

RUMAH

Kau hanya akan pergi bukan karena kau tau tempat yang kau tuju melainkan karena kau tau kemana kau akan kembali. Dan sejauh apapun kau melangkah, rumah adalah tempatmu selalu kembali karena di sana ada keluarga yang setia menanti kepulanganmu. 
Bukan atapnya yang kuat atau dinding-dindingnya yang kokoh yang membuatmu aman berada di rumah tapi keluarga yang ada di dalamnya, yang bersama-sama denganmu menampung tetesan air dari atap yang bocor, yang juga akan membuatkan tiang penyangga untuk tembok yang mulai lapuk. Bukan pintu rumah yang tertutup rapat sepanjang malam yang membuatmu merasa terlindung tapi pintu yang akan terbuka di malam selarut apapun saat kau kembali ke sana.
Sebab rumah yang nyaman bukanlah rumah yang membuatmu tidak ingin berada di tempat lain, melainkan rumah yang meyakinkanmu untuk bebas pergi kemana pun kau mau. Rumah yang kaya pun bukan rumah yang menyediakan segalanya untukmu tapi rumah yang membuatmu bahagia untuk menyediakan apapun bagi mereka yang ada di sana. Dan rumah yang indah adalah rumah yang di dalamnya ada banyak tawa dan suka cita bukan rumah yang dipenuhi oleh perabotan mahal yang berkilauan. 

Sabtu, 12 Mei 2012

Aut na boi nian..

Aut na boi nian Tuhan, madabu sian langit-Mi, hepeng sakoper godang na. Ingkon hutuhor jabu i di hami. Ai i do inganan nami, i do pansarian ni dainang nami, sian i do Tuhan hami boi mangolu, marsikkola. Disi hian do hami sai marpungu na saleleng on, hami na saompung. Alai ingkon songonon do hape, ingkon do digadis jabu i. Ai i do hape dalan na asa boi mulak mardame hami na saompung. Molo i do lomo ni rohaM Tuhan, sai saut ma i. Molo pe gabe mago dohot di pansarian ni dainang i, so pola mahua i Tuhan. Huboto do na Parasi roha Ho Tuhan, ala ni i hupasahat tu tanganMu sude na solhot di rohangkon, huboan diringku, dainang i ro di sude iboto dohot anggiku tu adopan Mu. Ramoti hami di pardalanan ni ngolu nami. Sai saut ma lomo ni rohaMi di hami, Tuhan. Ai Ho do nampuna hami. Mauliate hupasahat tu Ho ale Debatangku... Amen.

Jumat, 11 Mei 2012

Antara Aku dan Dia

Selalu ada percakapan yang absurd antara aku dan dia..
Sulit dijelaskan makna percakapan yang sedang terjadi antara kami karena ke-absurd-an sering muncul tiba2 di tengah2 percakapan. Hanya mereka yang bijaksana yang akan memahami keadaan kami atau mereka yang juga sama absurdnya dengan kami...

Berikut sepenggal percakapan yang pernah terjadi..


Yussa: doakanlah aku ya, kayaknya semakin tambah umur, semakin besar batu sandungan. haha
Itin  :‎  hahhahahha
Itin  :‎  iya baiklah
Yussa :‎  :(
Yussa :‎  sedih
Yussa:‎  mau nangis
Itin  :‎  kenapa?
Yussa:‎  ya krn semua penuh tekanan. kerjaanku deadline semua, banyak outstanding, ditambah harus cari penggantiku, timesheet, ditambah hrs ke kampus
Yussa:‎  kalau aku ijin 1 harian, timesheetku terbengkalai, interview 5 orang perhari
Yussa:‎  tapi kalau aku gak ijin, aku gak dapat rekomendasi
Yussa :‎  tiketku belum dapat
Yussa:‎  dan paling parah, SEKARANG UMURKU 25 TAHUN :(
Itin  :‎  -_-"
Yussa:‎  say something donk, makin stres aku liat emoticonmu, karena bingung mengartikannya
Itin  :‎  hmmm
Itin  :‎  aku tak bisa berkata apa2
Yussa:‎  huah.... :'(
Itin  :‎  kau blg 25 bikin stres
Itin  :‎  akuu hampir 26...
Yussa:‎  tapi kan kau bisa menerima kenyataan
Yussa:‎  hiks
Itin  :‎  HMMMM
Itin:‎  kenapa kau ga berusaha jg?
Yussa  :‎  berusaha apa? ya ini kan aku juga lagi menerima kenyataan
Yussa:‎  hahaha..
Itin  :‎  ......................
Yussa  :‎  kalau ga, bunuh dirilah aku

 Kalo anda mengerti percakapannya berarti ada 2 kemungkinan : Anda bijaksana atau Anda termasuk kelompok absurd.  Selamat mencoba..