Kamis, 22 September 2011

Ngintiiip!!!

Emakku sering dimasukkan dalam daftar Kasub bertangan besi, berhati dingin nan perfeksionis.
Sering beliau mengembalikan nota dinas, surat-surat dan SK yang menurutnya tidak layak untuk diajukan ke Pak Bos. Kalo cuma sekedar mengembalikan sih tidak mengapa, tapi kalo sampai berkali-kali dengan kesalahan yang berganti-ganti, rasanya seolah "banyak maunya". Belum lagi beliau sering memasang ekspresi "Do not disturb!" ato "Don't talk to me".

Seorang rekan bahkan sempat kesal luar biasa pada sikap beliau itu, bahkan memasang sikap penolakan dan menunjukkan ketidaksukaan secara jelas pada beliau. Ya, waktu mendengarkan curahan uneg-uneg rekanku , aku juga sampe turut sebal. Tapi suatu hari waktu aku mendengar sendiri curahan hati Emak mengenai kondisinya, aku bisa memakluminya.

Dan suatu hari di minggu-minggu ini...

"Bu, nanti untuk acara sosialisasi kita pake apa untuk presentasinya?" aku bertanya dengan maksud memberi tahu bahwa di ruanganku tidak ada laptop yang bisa digunakan, karena memang ruangan kami tidak mendapat jatah laptop pada saat pengadaan tahun lalu.

"Lho? Di sini ga ada laptop ya? Waduh! Kenapa ga bilang dari tadi? Mana Pak "A" udah pergi lagi." Emak menjawab setengah panik setengah kesal.

"Iya, Bu.. Di ruangan ini ga tersedia laptop. Pas dinas luar ke Sukamandi bulan lalu saja kita bawanya komputer lengkap dengan PC dan printernya... Kasian ya, Bu.." berharap si Emak kasihan dan tergerak hatinya untuk menurunkan insruksi untuk pengadaan laptop di ruangan.

"Ah! Ssst..! Sebentar saya lagi menelpon Pak "A" untuk nanyain kunci lemari, kita pake laptop ruangan seberang aja."
Sebenarnya Emak itu adalah Emaknya orang-orang di ruangan seberang, tapi berhubung Bapak ruanganku sudah pindah ke instansi lain, untuk sementara Emaklah yang menggantikannya. Ruanganku pun serasa jadi anak angkat.. Hiks!

"Hallo, Pak A, kunci lemari ditaruh dimana ya? Saya mau memakai laptop untuk acara sosialisasi nanti siang. Dimana? Di atas PC.., di dekat CD? PC punya Pak A, kan ya? Oke, sebentar..." si Emak segera menuju ruangan seberang dan aku mengekori dari belakang dengan maksud membantunya untuk membawakan laptop.

"Di atas PC..." Emak mengulangi penjelasan Pak A sambil mengangkat tumpukan buku di atas PC tapi tidak menemukan apapun kecuali sekeping CD.

"Hmmmm? Di antara CD..." Emak menggeser sesuatu yang sepertinya adalah penutup laci yang menjadi bagian dari PC tersebut dan...
"Ah! Ini dia kuncinya!!" Emak berhasil menemukan kunci yang dimaksud.

"Hooo... ternyata ditaruh di situ toh.." kataku tanpa sadar setelah Emak mengambil kuncinya.

Namun tak disangka Emak malah berbalik menatap tajam padaku, membuatku kaget dan sedikit ketar-ketir.




"Iiiihhh!!! Ngintiiipp!!!" seru Emak dengan ekspresi "Gotcha!".



Dan aku sukses terdiam, terkejut, terlempar sampai ke planet Pluto (eh, bukan planet lagi sih...).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar