Suhu di luar memang panas, terik dan gerah tapi di ruanganku dingin menusuk-nusuk. Akibatnya akupun jadi bolak balik ke kamar mandi. You know, udara dingin membuat ekskresi melalui kulit sangat sedikit akhirnya ginjal yang lebih banyak bekerja, dan jadilah seperti aku itu.
Biasanya aku selalu menggunakan toilet di sebelah lift, tepatnya di gedung tengah, meskipun di gedung sebelah kanan juga ada satu buah kamar mandi. Entah kenapa aku merasa tidak nyaman dengan toilet itu (toilet safety kalo kata oom pasca dulu). Tapi kali ini berbeda, berhubung sekarang adalah jadwal untuk sholat jadi toilet yang di gedung tengah dipakai untuk ber-wudhu, maka akupun terpaksa ke toilet gedung kanan yang memang lebih dekat ke ruanganku.
Begitu berada di dalam toilet seperti biasa pintu dikunci lalu nyalakan keran air. Pas menyalakan air itulah aku melihat ada sekelebat bayangan kecil yang kucluk-kucluk-kucluk merayap masuk ke balik ember..
Tanpa melihat pun aku sudah yakin itu adalah mahluk jelek, berwarna coklat kehitaman, memiliki sepasang antena, dengan corak seperti mata raksasa di kepalanya dan memiliki kaki-kaki yang berduri yang terasa mengerikan saat menyentuh kulit kita. (hiiiiiiiiyyy!! menyiksa diri sendiri saat mendeskripsikannya, bulu kudukku sudah berdiri tegak lurus!!!) Aku segera mengambil segayung air dan mulai menyiramkannya ke arah mahluk itu. Segayung, dua gayung, tiga gayung.. akhirnya aku mengangkat embernya dan menyiramkan air ke arah kec*a yang sepertinya sakti itu. :'(
Tapi kec*anya gak hanyut juga sodara-sodara!!!
Gak mau berlama-lama bertarung dengan kec*a itu akhirnya aku mengalah dan meninggalkan toilet, pindah ke toilet yang ada di gedung tengah. Hiks! Sudah kuduga toilet di gedung kanan memang angkerrrr!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar