Aku akan merindukan suasana hectic evajab itu, karena aku sudah terbiasa dengan load kerjanya yang luar biasa. Selama empat bulan terkurung seharian di dalam ruang kerja yang walaupun lumayan besar tapi aku hanya beraktivitas di dalam area 1x1. Berangkat gelap pulang pun lebih gelap lagi, hampir tidak pernah bertemu dengan matahari (tapi kok ga putih2 juga ya??). Hampir tidak pernah bergaul dengan teman-teman seangkatan (selingkuh dengan berkas katanya..). Berjam-jam berhadapan dengan komputer dan tumpukan lembar evaluasi yang berpuluh-puluh kali direvisi. Bolak-balik bahkan berkali-kali disandera di ruang rapat Biro Kepegawaian (untung ada staf2 dari Eselon I lain yang ikut disandera bareng yang untungnya lagi lucu-lucu dan cakep2.. hehehee... sisi paling kusukai dari evaluasi jabatan ini).
Pahlawan remunerasi, kata salah satu senior di kepegawaian. Huwah! Sayang sekali, aku kurang tertarik dengan konsep remunerasi itu, pak. Bagiku itu lebih mirip musibah dari pada keberuntungan. Hiks! (Aku sudah berjuang untuk sesuatu yang kuanggap musibah???). Yah, tapi bagi sebagian besar ini memang sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu, bayangkan mendapat gaji sampai hampir 3x lipat dari gaji yang sekarang!! Mereka hanya belum mengerti konsep remunerasi yang sebenarnya.. -_-"
Sekarang sudah di penghujung tahun anggaran, sudah menjelang Natal dan menjelang tahun baru. Tapi berkat evaluasi jabatan ini, aku belum merasakan hingar-bingar Natal, kesibukan menjelang akhir tahun yang biasa kurasakan di kota kelahiranku. Bahkan di akhir evaluasi jabatan ini aku gak bisa merasakan kesenangan dan kelegaan. Hiks... Mak, maaf ya, aku ga bisa pulang Natal tahun ini.. Harapan terbesarku sekarang cuma bisa melewati malam Natal tanpa evaluasi jabatan..
Evaluasi jabatan, see you next year.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar