Senin, 22 Agustus 2011

W O R S E

Senin, 22 Agustus 2011

Pagi ini dimulai dengan terlambat bangun yang akhirnya diikuti dengan terlambat-terlambat lainnya. Terlambat mandi, terlambat makan, terlambat berangkat ngantor, dan sudah pasti terlambat sampai di kantor. Tapi terlambat itu sudah tidak mungkin dihindari lagi, daripada aku terus menerus mengumpati supir dan pengguna jalan lainnya yang kuanggap turut terlibat dalam keterlambatanku, lebih menyenangkan kalau aku menikmati saja perjalananku. "Nothing will be worse than this" pikirku sambil mengamati pohon-pohon yang kulewati selama perjalanan.

Begitu sampai di kantor, segera kunyalakan komputer, printer dan menumpuk semua tugas yang harus kuselesaikan hari ini, sebagai penebus rasa bersalah atas keterlambatanku. Begitulah akhirnya aku mencoba membangun semangat kerjaku hari ini sampai si Ibu Kasub (maaf bukan bu Kasur) menghampiriku dan menyampaikan kabar buruk di pagi buta (kalau "bolong" cuma dipake untuk siang katanya). 

"Bu Kristin, sepertinya harus membatalkan tiket keberangkatan ke Medan tanggal 25 nanti ya, karena surat ijin yang diajukan kemarin dibatalkan oleh Bapak, berhubung ada surat edaran dari Kementerian yang melarang pegawai untuk tidak hadir pada tanggal 25-26 Agustus dan 5-6 September nanti, baik dengan alasan apapun"

Whaaaaattt???? Tarik napas dalam-dalam, tenangkan diri, "Oh, begitu ya bu, ya, sudah, tidak apa-apa. Nanti saya batalkan tiketnya. Oh ya bu, tadi saya sudah meletakkan di meja ibu, form SK yang harus diserahkan ke Bapak untuk ditandatangani, mungkin masih ada yang perlu diperbaiki.."
Secara halus aku meminta Ibu Kasub untuk meninggalkan mejaku, karena tiba-tiba pikiraanku kacau balau dan hatiku ikut galau. Aku lupa dengan apa yang sedang dan akan kukerjakan. Dengan kekacauan pikiranku, aku cuma bisa memandangi layar monitor. Satu-satunya yang terlintas di kepalaku cuma, "Tiketnya harus diapakan??!"
Tanpa diperintah, tanganku segera membuka-buka website maskapai penerbangan untuk  mencari list harga dan jadwal penerbangan, lalu mulai menghubungi travel untuk memberi tahu pembatalan keberangkatanku.  :'(

Semangatku hancur! Pekerjaanku berantakan, SK-SK kuprint tanpa memeriksa kembali isinya dan aku terpaksa harus berkali-kali mem-print SK-SK itu karena tetap saja ada kesalahan yang kulakukan. Rasanya seperti sedang bimbingan skripsi di masa-masa PMS aja.

Dengan kondisi kalut seperti itu, aku ternyata masih teringat keluargaku yang belum kukabari tentang pembatalan itu. Segera kuhubungi adikku via chatting, dan dia menunjukkan kekecewaan dan kekesalan yang sama denganku. "GILA!!! Masa ada peraturan begitu??? Katanya PNS kan gampang ngurus ijin..? Ya udah, ganti jadwal penerbangan aja..!!!"

Membayangkan biaya yang harus kukeluarkan untuk mengganti jadwal penerbangan itu, kepalaku langsung overheat. Hiks!!! Tiket sebelumnya aja udah menguras hampir seluruh tabunganku, kalo harus ganti jadwal di saat-saat terakhir berarti aku harus memeras habis seluruh uang terakhir di dompetku...

Pikiranku tadi pagi ternyata salah total!!! "It's really worse than that..."



Tidak ada komentar:

Posting Komentar